Purbalingga - Kisah inspiratif
bisa datang dari mana saja. Imron Ichwani, warga Desa Selabaya Kecamatan
Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, berhasil lolos seleksi calon taruna Akademi
Militer (Akmil) Magelang.
Keberhasilan anak pedagang bubur ayam keliling
itu, menurut Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus, membuktikan
siapa pun bisa meraih mimpinya, termasuk menjadi taruna Akmil. Tentunya,
sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan TNI Angkatan Darat.
"Imron Ichwani sudah membuktikan bukan hanya anak
orang tertentu yang bisa menjadi taruna Akmil," tutur Andi Bagus kepada
wartawan, Senin (6/8/2018).
Ditemui di rumahnya di Selabaya,
Sugeng Suroso, ayah kandung Imron Ichwani menuturkan, anaknya memang cerdas.
Sejak masih duduk di SD, Imron sering mengikuti lomba Matematika.
"Imron juga mendapat nilai matematika 10 pada UN
(Ujian Nasional)," ujar pedagang bubur ini.
Imron menyelesaikan pendidikan di SDN 1 Selabaya
Kalimanah (2012) dan SMP N 1 Purbalingga (2015). Selanjutnya, menempuh
pendidikan di SMAN 1 Purwokerto Jurusan IPA hingga lulus tahun 2018.
"Saat di SMP dan SMA, Imron juga mengikuti lomba
Olimpiade tingkat Provinsi," tukang bubur itu
menambahkan.
Kejutan untuk Keluarga
Sugeng Suroso, ayah Imron Ichwani, yang kesehariannya bekerja sebagai
tukang bubur.
Imron yang selama menempuh pendidikan di SMA harus tinggal bersama kakeknya
di Purwokerto, selalu aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibra. Berawal
dari kegiatannya, dan arahan guru pembina SMA, Imron yang semula bercita-cita
melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), berganti
haluan dan mendaftar calon taruna Akmil.
Sementara Sugeng Suroso sudah sepuluh tahun berdagang
bubur ayam. Dari berjualan keliling dengan menggunakan sepeda motor, bapak
tujuh anak itu mendapat penghasilan rata-rata Rp 50 ribu per hari.
Pada Sabtu (28/7/2018), Sugeng baru tiba di rumahnya
setelah berjualan ketika melalui anaknya menyampaikan kabar gembira itu melalui
telepon genggam. Alhamdulilah, Pak. Saya lulus Capratar Akmil, begitulah
kalimat Imron seperti ditirukan Sugeng.
"Saya sempat nglegeg (diam
terpaku). Tapi suara anak saya di telepon meyakinkan saya tidak sedang
bermimpi," ujarnya.
Sumber : liputan6.com
Advertisement
